Introvert adalah kepribadian yang cukup terkenal dengan sikapnya yang dingin serta perilakunya yang cenderung pasif namun peduli terhadap sesamanya, mungkin hal ini terdengar kontradiksi namun seperti inilah faktanya seorang introvert.
Sedangkan ekstrovert adalah kepribadian yang lebih cenderung menikmati ruang bebas yang aktif dengan cara bergaul dan suka berbicara dengan orang sekitarnya, karena itu sifat ekstrovert cenderung lebih membuka diri dan aktif dalam situasi sosial.
Banyak orang yang beranggapan jika kepribadian ekstrovert lebih senang bersosialisasi sedangkan introvert tidak, benarkah demikian? Introvert dan ekstrovert merupakan kepribadian yang paling banyak dimiliki oleh orang-orang. Kita juga lebih mudah untuk menebak apakah seseorang itu introvert atau ekstrovert dari perilakunya sehari-hari.
Introvert tidak berarti kurangnya keterampilan sosial. Faktanya, terkadang introvert dapat unggul secara sosial karena mereka secara alami berhenti dan merenung sebelum berbicara. Ini bisa menjadi keuntungan nyata dalam komunikasi.
2. Introvert Itu Pemalu
Baik introvert maupun ekstrovert menghabiskan waktu di dunia dalam dan luar mereka, tetapi semua orang lebih suka satu dunia daripada yang lain. Di satu sisi, kita semua ambivert.
10 Mitos Paling Umum Tentang Tipe Kepribadian Introvert dan Ekstrovert
Baik introvert maupun ekstrovert menghabiskan waktu di dunia dalam dan luar mereka, tetapi semua orang lebih suka satu dunia daripada yang lain. Di satu sisi, kita semua ambivert.
Sama sekali tidak ada alasan mengapa ekstrovert tidak memiliki kedalaman atau kedalaman yang lebih sedikit daripada introvert. Mendapatkan energi dari interaksi dengan lingkungan tidak berarti seseorang tidak mampu berpikir kompleks, serius atau pengalaman yang mendalam secara emosional.
7. Orang Ekstrovert Merasa Terpaksa untuk Bicara Terus-menerus
Secara keseluruhan, ekstrovert cenderung lebih banyak bicara daripada introvert (walaupun ini tentu tidak benar secara keseluruhan). Namun, mereka hampir tidak merasa perlu mengisi setiap ruang dengan percakapan.
Bagaimana ekstrovert mendapatkan energi mereka juga berbeda satu sama lain. Beberapa ekstrovert (ESTP) mendapatkan energi dari interaksi fisik langsung dengan lingkungan mereka.
Mereka mungkin lebih suka pergi panjat tebing atau berolahraga daripada duduk-duduk sambil mengobrol. Ekstrovert lainnya (ENTJ) sangat berorientasi pada tugas dan lebih suka mencapai tujuan daripada terlibat dalam obrolan ringan tanpa henti.
Beberapa ekstrovert menikmati obrolan ringan sebagai jalan menuju diskusi yang lebih dalam sementara yang lain menikmati percakapan mentah yang menyelami jauh ke dalam pengalaman manusia.
9. Ekstrovert Adalah Pendengar yang Mengerikan
Mari kembali ke definisi ekstroversi lagi. Ekstroversi berarti memberi energi dengan berinteraksi dengan dunia luar. Ekstrovert ingin terlibat. Mereka ingin mendengarkan, berbicara dan bertindak.
Introvert cenderung berhenti lebih lama sebelum berbicara dan ekstrovert cenderung berbicara lebih cepat, tetapi baik ekstrovert maupun introvert bisa menjadi pendengar yang baik atau buruk.
Beberapa ekstrovert memiliki kebiasaan buruk membicarakan orang lain, sama seperti beberapa introvert memiliki kebiasaan buruk untuk menyendiri daripada benar-benar mendengarkan teman mereka.
10. Ekstrovert Tidak Boleh Introspeksi
Mengatakan ekstrovert tidak introspeksi sama seperti mengatakan introvert tidak pernah mengambil tindakan. Itu salah. Setiap orang, terlepas dari jenis kepribadiannua memiliki proses mental introvert dan ekstrovert.
Bahkan Carl Jung, pendiri tipe psikologis mengatakan “Tidak ada yang namanya introvert atau ekstrovert murni. Orang seperti itu akan berada di rumah sakit jiwa.” Hanya orang yang sangat tidak seimbang yang menghabiskan semua waktu mereka dalam sikap ekstrovert atau introvert.
Introvert mengambil tindakan dan menghabiskan waktu dengan orang-orang. Ekstrovert introspeksi dan membutuhkan waktu sendiri yang teratur. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar